Seleksi TPA Pada Soal SBMPTN

Ujian Nasional untuk jenjang pendidikan SMA/sederajat telah selesai, namun bukan berarti para siswa sekarang sudah boleh bebas dari “belajar”. Hal ini disebabkan karena masih ada tantangan yang lebih besar lagi bagi mereka untuk bisa masuk dan tembus perguruan tinggi impian. Seperti yang kita ketahui bahwa salah satujalur masuk perguruan tinggi negeri adalah jalur tes tulis atau yang sekarang dikenal dengan istilah SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri). Salah satu materi tes tulis dalam SBMPTN ini adalah soal-soal TPA (Tes Potensi Akademik). Nah loh, sudah familiar belum sama TPA yang ini?

Menurut Wikipedia, TPA adalah tes psikologi yang dapat mengungkap apa yang telah dicapai seseorang secara intelektual. Oleh karena mengungkap kualitas intelektual, maka tinggi/rendah-nya nilai TPA sering dihubungkan dengan tinggi/rendah-nya tingkat kecerdasan seseorang. Tes TPA menguji beberapa kemampuan yang dibuat dalam bentuk soal pilihan berganda. Agar lebih kenal dengan tes TPA, berikut penulis akan membahas beberapa bidang kemampuan yang diuji dalam TPA yaitu:

  1. Tes Kemampuan Verbal yang dibedakan menjadi dua bagian:
  1. Tes kosa kata yang meliputi sinonim, antonim, dan analogi kata. Soal ini menggunakan kosa kata yang jarang dipakai sehari- hari, sehingga peserta harus terbiasa dengan kosa kata asing yang merupakan istilah yang kerap dipakai dalam media dan konteks tertentu. Solusi yang dapat dilakukan adalah membiasakan diri dengan banyak membaca serta memahami derivasi (pembentukan kata) etimologi perbendaharaan kata yang kadang mirip makna dan ejaannya.
  1. Tes Wacana. Soal dalam bentuk wacana ini akan menyajikan sebuah wacana yang terdiri dari beberapa paragraf. Pertanyaan akan berkutat pada isi wacana seputar fakta didalamnya dan kesimpulannya. Kadang tipe soal ini memakan waktu, sehingga perlu untuk mencari cara menjawab dengan cepat dan tepat. Solusinya dapat menggunakan trik skimming (membaca cepat) atau menjawab dengan membaca soal terlebih dahulu.
  1. Tes Matematika Sederhana. Sederhana disini berarti soal dengan jelas menuntut perhitungan cepat atas jawaban, hanya saja soal tipe ini bukan hanya menjumlah atau mengali. Tapi bagaimana pecahan atau bilangan berkoma harus dihitung cepat untuk dapat diambil persentase.
  1. Tes Matematika Logika. Ini adalah tes rangkaian logika digabung dengan kerumitan cerita tentang angka sehingga untuk bisa dijawab harus di analisis dahulu. Solusinya bisa dilakukan dengan memetakan petunjuk pada soal menjadi rangkaian informasi yang mungkin bisa divisualisasikan.
  1. Tes Deret Angka dan Huruf. Soal ini terdiri dari deretan angka dan atau huruf lalu diminta menentukan deret selanjutnya. Tipe soal ini menuntut peserta untuk menemukan pola deret tesebut yang kadang tersimpan dalam tiap deret digit didepan atau setelahnya atau saling lompat. Uniknya kadang pola itu tersimpan tidak langsung di tiap deret itu secara langsung tapi setelah satu pola ditemukan.
  1. Tes Analisis. Soal ini memberikan peserta sebuah kondisi atau keadaan suatu situasi dengan syarat yang ditentukan. Tipe soal ini biasanya dapat diselesaikan dengan menggambarkan syarat situasi itu dalam beberapa kemungkinan susunan. Biasanya terdapat satu yang mendekati jawaban yang disediakan dalam pilihan.
  1. Tes Pola Gambar. Tipe tes semacam ini menuntut peserta untuk mampu menganalisis pola beberapa gambar dan bangun ruang yang membentuk aturan tertentu. Semakin mahir mengimajinasikannya maka makin mampu peserta menjawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *