Cara Penerapan Design Thingking Dalam Bisnis

Design Thingking adalah cara berfikir simpel dan kreatif ketika memecahkan sebuah masalah ataupun dalam menyelesaikan pekerjaan. Namun ternyata dalam bisnis cara berfikir praktis dan kreatif inilah yang akhirnya membentuk pola pikir yang sangat cocok dan efisien pada jiwa seorang pebisnis.

Banyak pengusaha ketika dalam mengembangkan bisnisnya selalu berfikir untuk mendapatkan keuntungan yang instan, cara berfikir itulah yang sering terjadi pada pengusaha Indonesia kita. Namun nyatanya resiko kegagalan dalam berbisnis adalah salah satu proses pengembangan bisnis atau menjalankan sebuah usaha.

Design Thinking
                           Design Thinking untuk Bisnis

Maka untuk hal yang tidak semuanya instan dalam menjalankan sebuah bisnis diperlukan sebuah pola pikir yang sangat kompleks dan simpel. Hal itu mengarah pada Design Thingking yang efektif dimana penerapannya dalam bisnis memberikan dampak yang besar dalam pola berfikir dan kebiasaan memperhitungkan sebuah strategi bisnis.

Design Thingking dipakai dalam memperbaiki sebuah sistem usaha yang digunakan dan sudah ada atau digunakan dalam membuat/ memulai usaha. Ada 5 tahapan design thingking yang bisa Anda lakukan untuk mengubah pola pikir dan menerapkannya pada sistem bisnis. Pertama empati, yaitu merasakan dan mencoba berfikir berganti posisi untuk menjadi orang lain atau menjadi costumer.

Yang kedua adalah define, yakni mencari, mengidentifikasi dan mendefinisikan sebuah permasalahan dalam berbisnis. Dan setelah mengetahui apa permasalahannya maka step selanjutnya adalah ke dalam ideation dimana step ketiga ideation ini lebih cenderung menggunakan banyak energy serta inspirasi dari luar untuk mengembangkan ide guna menjadi sebuah solusi dari permasalahan tersebut.

Yang keempat adalah prototyping yakni membuat sebuah produk/ obyek dari hasil ideation yang telah dibuat dalam step ketiga tersebut. Prototyping dapat dilakukan dengan sederhana semisalnya membagikan brosur untuk  mengetahui responsive dari costumer. Yang terakhir adalah testing, dari semua tahapan tadi saat tahap kelima inilah yang menentukan seluruh hasilnya, uji prototyping yang dilakukan pada testing ini akan diketahui letak kesalahan dan bisa diperbaiki, testing juga tahap untuk mengevaluasi hasil dari tahap prototyping.

Dari semua tahap ini bisa diterapkan kedalam bisnis Anda, untuk Design Thingking dalam bisnis selalu menggunakan tata cara diatas untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Dengan adanya Design Thingking inilah orang akan cenderung berfikir bahwa untuk mendapatkan hasil dari sebuah bisnis tidaklah instan, dan cenderung akan berfikir dan terus berkembang hingga menjadi seorang entrepreneur sejati bila dengan pola pikir yang seperti itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *