Budayakan Hari Tanpa TV

Hampir empat bulan ini, saya dan keluarga di rumah sudah sangat jarang sekali menonton TV. Awalnya karena terpaksa TV Tuner yang biasa kami pakai untuk nonton TV (kami nonton biasanya menggunakan TV Tuner yang dihubungkan dengan monitor LCD bekas komputer) rusak parah dan tak bisa dipergunakan lagi. Sejak saat itu kami sekeluarga hampir tidak pernah menonton TV. Alhamdulillah ternyata anak-anak tidak pernah protes atau minta dibelikan TV baru. Sebelumnya pun ketika ada TV, sebenarnya anak-anak jarang sekali menonton TV. Mereka lebih senang bermain bersama teman-temannya ataudengan saya dan ibunya. Hal itu sudah kami biasakan sejak kecil. Anak-anak lebih senang diajak jalan-jalan atau bermain di rumah daripada menonton TV.

              Keberadaan TV memang sangat dibutuhkan di jaman yang semakin canggih seperti sekarang. Kita bisa mendapatkan berbagai informasi dan hiburan yang kita inginkan. Namun di sisi lain, TV juga dapat memberi dampak negatif. Banyaknya informasi yang beredar dan terkadang tidak sesuai dengan fakta bahkan cenderung menyesatkan dapat membingungkan kita mencari informasi yang benar. Ditambah lagi dengan berbagai hiburan yang cenderung tidak mendidik dapat berpengaruh buruk bagi anak-anak kita.

              Untuk itu, kita bisa mencoba membudayakan hari tanpa TV agar mengurangi dampak negatifnya. Luangkan waktu bersama keluarga dan anak-anak. Tak perlu dengan jalan-jalan ke tempat wisata yang mewah. Bermain bersama keluarga dengan main petak umpet, ular tangga, berhitung jari, belajar mewarnai, main lompat tali dan lain sebagainya dapat menjadi alternatif hiburan keluarga yang menyenangkan.

Guna mengurangi dampak negatif TV, kita bisa mencoba batasi jam menonton TV. Kemudian berlanjut dengan sehari tanpa TV dan berikutnya bisa ditambah lagi misalnya hanya seminggu sekali menonton TV. Di mulai dari keluarga kita mulai budayakan hari tanpa TV.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *