KEADILAN UNTUK PELAKU ANGKUTAN UMUM “APLIKASI DAN NON APLIKASI”

Aplikasi adalah salah satu produk dari perkembangan teknologi informasi digital. Dengan aplikasi, masyarakat akan menerima bebagai kemudahan dalam aktivitas kesehariannya. Misalnya, dalam hal membayar dan membeli pulsa, mengecek transaksi keuangan melalui aplikasi mobile banking, membeli tiket pesawat atau kereta api, booking hotel, ataupun untuk mendapatkan layanan transportasi umum.

Sekarang ini, aplikasi juga merambah dunia angkutan umum. Kita kenal uber taxi , grab bike, atupun gojek. Dengan banyaknya moda angkutan umum besbasis aplikasi, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan angkutan umum yang diinginkan. Cukup mengeluarkan gadget, pencet beberapa tombol, dan beberapa saat kemudian angkutan umum tiba di depan mata.

keberadaan angkutan umum berbasis aplikasi tak lepas dari permasalahan, hal ini dikarenakan timbulnya keresahan bagi pelaku angkutan umum yang tidak mengguanakan aplikasi dalam menjalankan usahanya, atau angkutan umum tanpa aplikasi. Keresahan ini muncul akibat jumlah pengguna angkutan umum tanpa aplikasi yang terus berkurang dari hari ke hari. Puncaknya, pada tanggal 22 Maret 2016, para pelaku angkutan umum tanpa aplikasipun melakukan demonstrasi besar-besaran menuntut agar transportasi umum berbasis aplikasi harus di tutup.

Permasalah tarif adalah dasar permasalahan yang membuat persangan angkuatan umum berbasis aplikasi dan tanpa aplikasi. Perlu adanya revisi perundang-undangan angkutan darat untuk  mewujudkan suatu keadialan bagi para pelaku angkutan umum, agar terbentuk kompetisi yangadil dan sehat. Dengan adanya peraturan yang adil, diharapkan akan tercipta kedamaian di jalan raya antar para pelaku angkuatan umum. Masayarakat akan lebih diuntungkan dengan pilihan yang lebih beragam dalam memilih angkutan umum.

(Asep)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *